Etnosentrisme : Pengertian, Faktor Penyebab, dan Dampaknya

Etnosentrisme : Pengertian, Faktor Penyebab, dan Dampaknya

Etnosentrisme : Pengertian, Faktor Penyebab, dan Dampaknya

Symbiantweet.Com – Tuhan menciptakan manusia dengan beragam dan penuh perbedaan. Dengan perbedaan itu, manusia dituntut untuk bisa saling menghargai dan menyayangi tanpa ada yang merasa tinggi antara satu dengan lainnya. Dari perbedaan latar belakang, suku, ras, etnis, dan sebagainya ini muncullah suatu kebudayaan yang juga berbeda-beda.

Etnosentrisme

Tugas kita sebagai manusia adalah untuk bisa menghargai perbedaan kebudayaan dan kepercayaan tersebut. Bukan justru muncul rasa etnosentrisme yang memicu retaknya persaudaraan. Pada artikel kali ini, akan dibahas mengenai pengertian, faktor penyebab, serta dampak dari etnosentrisme.

Pengertian Etnosentrisme

Etnosentrisme merupakan penilaian suatu budaya lain yang didasarkan pada nilai dan standar budaya sendiri. Definisinya, etnosentrisme adalah cara pandang fanatik sebuah suku bangsa, yang menganggap bahwa kebudayaan mereka lebih baik dari kebudayaan bangsa lain. Juga, cara hidup bangsa mereka adalah cara hidup yang paling baik di antara semua bangsa.

Orang yang bersifat etnosentris akan menilai kelompok lain relatif dengan penilaian budayanya sendiri apa lagi bila hal tersebut berkaitan dengan bahasa, agama, perilaku, dan kebiasaan. Mereka cenderung tidak memikirkan dampak dari etnosentrisme yang bisa saja membawa perpecahan.  Kekhasan inilah yang akhirnya akan menjadi suatu ciri bagi sebuah kelompok atau bangsa tertentu.

Faktor Penyebab Etnosentrisme

Beberapa hal dapat menjadi penyebab munculnya sifat etnosentris dalam suatu kelompok atau bahkan dalam diri individu. Faktor penyebab tersebut seperti budaya politik dan pluralitas sebuah bangsa.

Budaya politik di suatu bangsa memang berpengaruh pada sikap masyarakatnya. Budaya politik yang ada biasanya cenderung kurang rasional dan bersifat tradisional, sehingga masyarakat sangat subjektif dan penuh dengan ikatan emosional. Ini cenderung akan membawa dampak dari etnosentrisme yang kurang baik.

Ikatan primodial dari budaya politik yang kurang rasional ini akan membentuk sebuah masyarakat yang hanya mementingkan kepentingan mereka sendiri. Kepentingan itu meliputi ras, etnis, suku, agama, dan segala hal yang bersinggungan dengan itu.

Faktor selanjutnya adalah pluralitas sebuah bangsa. Hal ini juga akan mendorong masyarakat bersikap etnosentris. Contohnya di Indonesia sendiri, yang mempunyai banyak sekali suku bangsa yang berbeda-beda.

Ini akan membuat perilaku etnosentris dan membawa dampak dari etnosentrisme yang kurang baik. Seperti, masyarakat jadi gampang terpicu konflik sosial jika ada sedikit perbedaan. Selain itu, setiap suku, ras, dan agama akan berlomba untuk menampuk kekuasaan dan merasa berhak untuk menguasai yang lainnya.

Faktor lain yang diduga berpengaruh pada etnosentrisme adalah prasangka sosial, streotip, dan jarak sosial.

Dampak Etnosentrisme

Dampak dari etnosentrisme sendiri dibagi menjadi dua, yaitu dampak positif dan dampak negatifnya. Dampak positif dari sikap etnosentris antara lain dapat meningkatkan semangat patriotisme, dapat menjaga stabilitas dan keutuhan suatu budaya, juga dapat memupuk rasa cinta terhadap bangsa sendiri.

Sedangkan beberapa dampak negatif yang diakibatkan dari sikap etnosentris ini antara lain menimbulkan suatu aliran politik tertentu, bisa menimbulkan konflik sosial-budaya antar suku satu dengan lainnya. Selain itu, etnosentris bisa juga menghambat proses integrasi dan asimilasi, menghambat terjadinya pertukaran budaya, dan terbentuknya sikap yang objektif terhadap pengetahuan.

Orang-orang yang bersikap etnosentris cenderung fanatik dan tidak mau open mind terhadap hal-hal atau perubahan baru yang terjadi di sekitarnya.

Nah, itu dia pengertian, faktor penyebab, serta dampak dari etnosentrisme bagi masyarakat. Semoga artikel ini bermanfaat!